Tujuan, Fungsi, dan Prinsip-Prinsip Dasar Asuransi

Asuransi Kesehatan – Seperti produk atau jasa pada umumnya, kala ada di tengah penduduk tentu saja seiring bersama dengan target dan fungsinya masing-masing. Tak jikalau bersama dengan Asuransi. Asuransi membawa target dan fungsinya sendiri, yang sama bersama dengan produk perbankan pada umumnya.

Tujuan Dan Fungsi Asuransi

Secara umum target dan fungsi asuransi ialah sebagai prosedur pengalihan atau transfer penanggungan resiko. Secara khusus, tersebut ialah Tujuan dan Fungsi Asuransi:

• Menjamin pemberian dari risiko (kerusakan, kehilangan, kerugian, atau lainnya) yang diderita satu pihak.
• Meningkatkan Efektifitas dan efisiensi pengamanan. Sebab tak perlu bersama dengan menciptakan pengamanan dan pengawasan khusus, untuk tawarkan pemberian pada hal punya nilai kita, tentu saja perlu tenaga, waktu dan cost banyak.
• Mempermudah pembiayaan. Dengan hanya mengeluarkan cost (premi) didalam kuantitas khusus yang telah disepakati, nasabah tidak perlu menjamin sendiri kerugian atas resiko yang muncul.
• Sebagai basic bagi pihak bank untuk tawarkan sebuah kredit. Karena pihak bank perlu jaminan pemberian atas sesuatu yang dijadikan agunan oleh pemohon kredit.
• Sebagai investasi (tabungan jangka panjang). Seperti didalam persoalan asuransi jiwa, kuantitas premi yang dibayar kepada pihak asuransi dapat dikembalikan kepada nasabah didalam kuantitas yang lebih besar.
• Menutup Loss of Earning Power seseorang atau badan, kala telah tidak mampu berguna kembali (bekerja).

Prinsip-Prinsip Dasar Asuransi Modern
Setelah target dan fungsi, terkandung pula sebagian komitmen basic didalam asuransi. Prinsip-prinsip ini yang menjadi basic dan anutan dalampenyelenggaraan kegiatan asuransi.

Insurable Interest (kepentingan yang diasuransikan)

Calon nasabah perlu membawa interest(kepentingan) atas harta benda yang dapat diasuransikan (insurable). Kepentingan dan objek tersebut haruslah legal dan equitable (layak dan tidak melanggar hukum). Obyek yang diasuransikan berbentuk penting. Apabila Anda menderita kerugian, umpama terjadi peristiwa alam menimpa Anda, yang menjadikan kerugian atau rusaknya atas obyek tersebut. Jika komitmen ini dilanggar, hal terburuk yang dapat terjadi ialah klaim asuransi Anda tidak mampu dibayarkan. Apabila terjadi peristiwa alam atas obyek yang Anda asuransikan, tetapi Anda terbukti tidak membawa kepentingan keuangan atas obyek tersebut, maka Anda tidak berhak memperoleh rubah rugi (ditolaknya klaim asuransiAnda).

Utmost Good Faith (itikad terbaik)

Calon nasabah (tertanggung) perlu tawarkan Info bersama dengan terang dan detail berkenaan segala fakta penting yang berkaitan bersama dengan obyek yang diasuransikan. Informasi dari fakta objek inilah yang dapat menghipnotis pihak perusahaan asuransi (penanggung) didalam memperoleh atau menampik keinginan asuransi. Selanjutnya pihak penanggung perlu menyebutkan risiko-risiko (baik yang dapat dijamin, maupun yang dikecualikan), segala beberapa syarat dan keadaan pertanggungan bersama dengan terang dan teliti. Dan kewajiban-kewajiban tersebut berlaku :

• Sejak perjanjian berkenaan kesepakatan asuransi dibicarakan sampai kontrak asuransi dibuat,
• Selama era kontrak asuransi terjadi dan pada kala perpanjangan kontrak asuransi,
• Ketika terjadi perubahan pada kontrak asuransi dan berkenaan hal-hal yang tersedia kaitannya bersama dengan perubahan tersebut.

Indemnity (ganti rugi indemnitas)

Ialah mengembalikan posisi nasabah (tertanggung) pada posisi kala sebelum terjadi kerugian yang dijaminpolis asuransi. Artinya jikalau objek (harta benda) yang diasuransikan mengalami resiko (musibah atau lainnya), sampai menjadikan kerugian bagi si nasabah, maka perusahaan asuransi menganti kerugian tersebut, manfaat mengembalikan posisi keuangan Anda setelah terjadi kerugiaan, menjadi menyerupai kala sebelum terjadi kerugian. Dalam pembayaran rubah rugi kepada nasabah (tertanggung), tersedia banyak langkah yang umumnya dikerjakan oleh perusahaan asuransi (penanggung), menyerupai embayaran bersama dengan uang tunai; melakukan perbaikan; penggantian; atau pemulihan kembali.

Subrogation (subrogasi)

Prinsip subrogasi ini telah termuat didalam KUHD (Kitab Undang-undang Hukum Dagang) pasal 284, yang isinya:
Sedangkan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1992 berkenaan Usaha Perasuransian Bab 1 pasal 1.
“Apabila seorang penanggung telah membayar rubah rugi seutuhnya kepada tertanggung, maka penanggung dapat mengambil alih kedudukan tertanggung didalam segala hal untuk menuntut pihak ketiga yang telah menjadikan kerugian pada Tertanggung.”.
Ringkasnya komitmen subrogasi ialah pengaliahan hak, komitmen ini merupakan sebuah konsekuensi dari komitmen Indemnity. Maksudnya jikalau penanggung telah membayar rubah rugi kepada tertanggung, maka beralihlah hak (subrogasi) dari tertanggung kepada penanggung.

Proximate Cause (kausa proksimal)

Mengidentifikasi penyabab aktif yang menjadikan suatu kerugian didalam sebuah kejadian. Apabila objek yang Anda asuransikan mengalami peristiwa alam atau kecelakaan, maka langkah awal yang dikerjakan perusahaan asuransi ialah melacak penyebab aktif dan efektif yang menciptakan mata rantai peristiwa tanpa terputus, agar menjadikan peristiwa alam atau kecelakaan tersebut.

Contribution (kontribusi)

Prinsip donasi ini berlaku jikalau sebuah objek diasuransikan ke sebagian parusahaan asuransi. Misalnya, Anda mengasuransikan satu unit kendaraan beroda empat seharga 200 juta rupiah, ke tiga perusahaan asuransi yang berbeda, tersebut hitung-hitungannya:
Asumsi premi Asuransi A 200 juta, B 100 juta, dan C 100 juta rupiah.
Jadi, niali rubah rugi yang Anda menerima dari ke tiga perusahaan asuransi tersebut bukanlah Rp. 400.000.000,00, tetapi Rp. 200.000.000,00, nilai ini sesuai bersama dengan harga kendaraan beroda empat Anda sebenarnya.

Demikianlah artikel berkenaan Fungsi Tujuan, dan Prinsip-Prinsip Asuransi. Semoga Menambah pemahaman Anda berkenaan Asuransi. Terimaksih telah mendatangi blog Ngerti-Asuransi ini. Cari isu Asuransi yang belum Anda ketahui di blog sederhana ini.