Perbedaan Antara Penerjemah Tersumpah dan Biasa, Mana yang Lebih Baik?

 

 

 

Profesi sebagai penerjemah tak melulu memerlukan keterampilan bahasa asing, tetapi juga sekian banyak sertifikasi supaya dokumen yang sudah diterjemahkan bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya. Dalam dunia interpreter pun, dikenal dua jenis penerjemah yakni penerjemah tersumpah dan biasa atau non-tersumpah.

Seorang penerjemah tak melulu bertugas sekadar mengartikan, namun pun dapat mempertanggungjawabkan makna dari isi dokumen supaya tidak berubah dari maksud dan destinasi aslinya. Oleh karena tersebut diperlukan sekian banyak sertifikasi dan bukti keabsahan yang dikeluarkan oleh lembaga tinggi bersangkutan. Inilah yang menjadi inti perbedaan seorang penerjemah tersumpah dan biasa.

Seorang penerjemah tersumpah maka hasil terjemahannya mempunyai sifat legal atau sama dengan dokumen aslinya. Dokumen yang sudah diterjemahkan pun dapat dipertanggungjawabkan setelah melewati proses penyetujuan dari Kementerian Luar Negeri dan pun Kementerian Hukum dan HAM. Sedangkan tidak demikian andai Anda menggunakan seorang penerjemah biasa yang melulu mengartikan, tanpa perlu sekian banyak sertifikasi guna bukti keasliannya.

Ali menambahkan, jasa penerjemah tersumpah tak berakhir sampai menerjemahkan dokumen. Mereka pun mempunyai tim guna mengurusi masalah legalisasi dari kedutaan ataupun Kementerian Hukum dan HAM.

Meski tak mempunyai sertifikasi, tetapi untuk kebutuhan pribadi kita tak butuh repot menghubungi penerjemah sah dan juga sekian banyak lembaga negara yang bersangkutan. Misalnya untuk kebutuhan membuat karya tulis, teks fiksi, pelajaran promosi ataupun buku-buku yang hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi, Anda dapat memakai jas penerjemah biasa.