Kementerian Keuangan, Persiapkan Sejumlah Materi Insentif Pajak Guna Menarik Investasi

Posted on

Kementerian Keuangan, Persiapkan Sejumlah Materi Insentif Pajak Guna Menarik Investasi

Jasa Konsultan Pajak Jakarta – Kementrian Keuangan sudah mempersiapkan sejumlah kebijakan perpajakan untuk dapat menarik investasi. Pemerintah juga akan memberikan insentif berdasarkan pada kawasan, contohnya kawasan ekonomi khusus, kawasan industry, tempat penimbunan barang juga free trade zona.

Sejumlah insentif ini, menurut Sri Mulyani dimintai Presiden Jokowi untuk terus dilakukan evaluasi dari sisi keefektifasnya. Beliau menmberikan contoh seperti tax holiday dalam jangka waktu 6 bulan mulai dari bulan April sampai saat ini telah mencapai angka Rp. 162 triliun dari penanaman modal baru yang telah memperoleh tax holiday untuk 9 perusahaan yang mempekerjakan pegawai lebih dari 8000 tenaga kerja Indonesia.

“Kita terus diminta Bapak Presiden untuk terus menyederhanakan prosesnya serta melakukan evaluasi dari segi kebutuhan efektivitas dari pemberian tax holiday ini untuk benar-benar melakukan peningkatan investasi” ungkap Sri Mulyani.

Yang kedua tentang usaha kecil serta menengah, menurut beliau, dengan penurunan tarif dari yang awalnya 1% jadi 0.5%. jumlah dari pembayaran pajak dari usaha kecil menengah saat ini telah mengalami peningkatan karena tarifnya jadi lebih kecil yaitu 0.5% final.

Beliau pun menuturkan jika jumlah pembayar pajak terbaru mencapai lebih besar dari 232 ribu dari 1.5 juta pembayar pajak baik dari usaha kecil atau menengah. Sedangkan jumlah dari pajak yang telah dikumpulkan saat ini besarannya mencapai Rp. 5 triliun.

PPN 0 Persen

Sri Mulyani Indrawati turut mengemukakan untuk sejumlah kebijakan dari sektor perpajakan dalam menunjang sektor kegiatan ekspor dan investasi, sekarang ini pihaknya tengah memfinalkan sejumlah kebijakan yang saat ini sedang dalam proses.

“Yang tengah dikeluarkan, yang pertama merupakan rancangan Peraturan Menteri Keuangan yang kami segera luncurkan dalam rangka terus menunjang kegiatan ekonomi serta investasi, pertama yakni untuk fasilitas pajak secara tidak langsung untuk sektor Hulu Migas serta pengalihan Participationg Intereset serta Uplift. Ini tengah kita coba selesaikan secara bersamaan dengan Kementerian ESDM” kata Sri Mulyani.

Tidak hanya itu saja, pemerintah turut menambah jumlah kegiatan dari sektor ekspor jasa yang bisa saja memperoleh fasilitas dari segi perpajakan insetif bentuk pajak pertambahan nilai yang tarifnya 0% yakni 7 jenis jasa baru yang saat ini memperoleh pajak pertambahan nilai 0% yakni jasa makro saja untuk saat ini.