6 Cara Memilih Guru Spiritual yang Baik

Posted on

Konsultasi Spiritual – Sejak adanya perseteruan pada pengikut Eyang Subur dan mantan pengikutnya yang dimotori Adi Bing Slamet maka sosok guru spiritual banyak disorot. Masyarakat Indonesia perlu diakui masih banyak yang percaya bersama klenik atau perdukunan. Sehingga bagi manusia Indonesia yang selamanya mendewakan kehidupan duniawi layaknya kemewahan dunia, kekayaan, ketenaran, dan jabatan maka dukun yang berkedok guru spiritual selamanya menjadi incaran mereka. Sebenarnya guru spiritual bakal menjadi kebutuhan manusia bermoral terkecuali guru tersebut sanggup menjadikan panutan secara tuntunan agama, dan mementingkan kemaslatan dunia dan akhirat bukan cuma didominasi keperluan materi dan kemewahan duniawi belaka.

Sebenarnya guru spiritual itu tak ubahnya layaknya guru mengaji bagi para santri atau guru agama bagi murid sekolah. Guru spiritual adalah gelar guru moral bagi selebritis atau orang terkenal. Para selebritis sebab kesibukkannya maka memakai jalan ekslusif bersama menasbihkan seorang guru spiritual untuk mengajarkan berkenaan moral dan ajaran kehidupan. Guru spiritual sanggup terdiri dari bermacam jenis, sanggup dari golongan agama terntu atau dari aliran kepercayaan.

Peristiwa itu mestinya lebih terhubung mata manusia bahwa bimbingan kebutuhan rohani yang melalui mediasi tokoh tertentu bakal menjadi hal yang negatif sekiranya diniati tujuan kemuliaan kehidupan duniawi saja tanpa diniati kehidupan akhirat. Hubungan guru spiritual dan murid bakal menjadi hal jelek sekiranya dilatarbelakangi oleh niatan bahwa sang Guru bakal sanggup memberi kenimatan materi, ketenaran, jabatan dan kegemerlapan duniawi lainnya. Kepercayaan kepada guru spiritual bakal lebih beresiko sekiranya dilandasi bersama akidah yang menyimpang dari ajaran agama layaknya klenik, perdukunan ataupun hal gaib lainnya.

6 Cara Memilih Guru Spiritual Yang Baik

1. Tidak mementingkan duit dan imbalan harta dalam wujud apapun dalam kegiatannya. Banyak guru spiritual berkedok melacak keuntungan bersama mensiasati bersama mensyaratkan syarat-syarat tertentu sekiranya keinginanya dikabulkan dnganminta sumbangan wujud benda berharga, uang, mobil atau benda punya nilai lainnya. Tetapi sekiranya sang guru mensyaratkan sedekah keada fakir miskin, zakat atau memberi pertolongan langsing kepada anak yatim atau fakir miskin tanpa perantara adalah sesuatu hal yang baik

2. Mementingkan kemashlatan Dunia akhirat. Seharusnya bimbingan guru spiritual tersebut bakal menjadi tenaga yang super dahsyat, takkala bertujuan raih kemuliaan dunia dan akhirat secara bersama sesuai bersama ajaran agama bukan semata-mata kemewahan duniawi.

3. Ahli dalam masalah agama. Sebaiknya guru spiritual tersebut dipilih dari kelompok orang yang ahli agama. Di masalah lain tidak sanggup dipungkiri latar belakang agama tertentu kadang disalahgunakan oleh sang Guru Spiritual demi keperluan jabatan, ketenaran atau materi duniawi sang murid

4. Ajarannya diluar Akidah agama. Jangan memilih guru spiritual yang mengajarkan tuntunan di luar akidah agama bersama menduakan Tuhan, perbuatan syirik, atau memuja atau percaya terhadap hal ghaib. Perbuatan syirik adalah dosa besar yang sulit diampuni. Allah tidak bakal mengampuni orang yang berbuat syirik kepadaNya, terkecuali ia meninggal dunia dalam kemusyrikannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Sesungguhnya Allah tidak bakal mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”.[An-Nisaa’: 48] Surga-pun Diharamkan Atas Orang Musyrik. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka tentu Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah tersedia bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun”[ Al-Maa’idah: 72]. Syirik Menghapuskan Pahala Segala Amal Kebaikan

5. Berperilaku Buruk. Jangan memilih guru spiritual yang berperilaku jelek dan perbuatan yang dilarang ajaran agama, layaknya minum-minuman keras, berbohong, berjudi, berganti-ganti isteri, berkata kasar, mengumpat, dan menghalalkan bermacam langkah untuk raih sesuatu.

6. Mengklaim keberhasilan seseorang sebab kesaktian hal ghaib, kesaktiannya dan sebab tindakan pertolongan upeti kepada sang Guru. Dalam pikiran rasional manusia mestinya kenikmatan hidup, ketenaran dan kemuliaan duniawi adalah risky dari Sang Pencipta danbuah kerja keras manusia. Manusia yangtelah terperangkap oleh pikiran irasional bahwa kebolehan manusia atau kebolehan Ghaib mistik sanggup mempengaruhi kehidupan manusia perlu dibuang jauh. Keberhasilan dan ketenaran adalah jalan Tuhan dan buah dari keberhasilan serta kerja keras. Jangan sampai kesuksan dijadikan komoditas untuk keuntungan ahli metafisika di klaim sebab kebolehan ghaib tertentu. Dalam ajaran agama apapun tidak tersedia kebolehan Ghaib apapun yang sanggup menyamai apalagi mendekati Sang Pencipta alam. Itulah kesaktian para normal. Dalam pikiran irasional para pemuja kebolehan ghaib tentu bakal mengklaim keberhasilan dan lancarnya rizky seorang custumernya sebab kesaktian seorang para normal, Padahal dalam pikiran rasional keberhasilan adalah buah kerja keras dan ridla Alah Sang Sutradara alam. Meski setinggi apapun pendidikan manusia, ternyata kemewahan dunia, ketenaran dan jabatan masih sanggup membuat perubahan otak irasional bersama mengagungkan kesaktian sesama manusia dan hal ghaib bersama menduakan Allah SWT